Subscribe Us

Responsive Advertisement

Advertisement

SYAIKHONA


Membaca Syaikhona Muhammad Kholil ibarat menguras sumur tua; tak ada habisnya. Selalu ada hal lain yang tersembunyi di kedalaman: tenang dan sarat akan jejak waktu. Di sana, kata-kata tak tergesa, dan makna tak pernah selesai. Seakan setiap jeda adalah ruang untuk mengendap, tempat pemahaman tumbuh perlahan tanpa dipaksa.

Dalam sekian purnama, kita mengenalnya dari kisah-kisah yang berpendar: tentang karomah, tentang isyarat yang melampaui nalar, tentang seorang wali yang diam-diam menjaga batas antara yang terlihat dan yang tak kasat. Ia seakan hadir sebagai sosok yang hampir seperti legenda--dekat, tapi tak sepenuhnya tersentuh. Kita pun merasa cukup: seolah puas mengaguminya, tanpa perlu benar-benar membaca jejak pikirannya.

Namun sejarah, seperti angin yang membuka tirai, mengajukan pertanyaan yang tak bisa kita elakkan: benarkah Syaikhona hanya seorang penjaga yang diam di tepi zaman?

Perlahan lembar-lembar itu dibuka. Tulisan-tulisan yang dulu terlewatkan, catatan yang nyaris dilupakan, mulai berbicara--suara seorang alim allamah yang tekun, yang mengolah ilmu bukan sebagai hiasan, melainkan sebagai jalan panjang yang ditempuh dengan sabar. Di sana, kita menemukan bukan hanya keheningan seorang wali, tapi juga kegelisahan seorang ilmuwan.

Ia bukan sekadar cerita tentang keajaiban. Ia adalah kerja sunyi dari akal yang tak lelah, dari tradisi yang dirawat, dari ilmu yang disemai tanpa pamrih. Dan dari situ, pelan-pelan kita mengerti: kewalian bukanlah pengganti keilmuan, melainkan puncak kealiman.

Syaikhona, dengan demikian, tak lagi berdiri hanya sebagai penjaga wilayah yang diselimuti karomah. Ia adalah begawan, yang menautkan langit dan bumi dengan ilmu pengetahuan. Dari tangannya, mengalir mata air keilmuan bagi para ulama penyangga peradaban.

Maka membaca Syaikhona hari ini adalah juga membaca ulang diri kita sendiri: apakah kita masih terpesona pada kilau yang tersaji, atau mulai berani menyelami kedalaman yang sunyi?

Post a Comment

0 Comments

SYAIKHONA